Monday, June 13, 2011

#indonesiajujur - Menjadi Pendidik Yang Terdidik

Acungan jempol saya berikan pada Ibu Siami dan anaknya yang telah berani membuat suatu gebrakan demi perubahan ke arah yang lebih baik. Meskipun 'hanya' sebuah tindakan kecil, yang perlu kita sadari adalah bahwa tidak semua orang mau peduli, tidak semua orang berani. Begitu kan?
Beberapa hari ini televisi, surat kabar dan internet menyiarkan berita yang sama. Apalagi kalau bukan tentang kasus kecurangan di wilayah tempat tinggal ibu Siami. Dan setiapkali nonton berita di TV, saya cuma bisa ketawa sambil geleng-geleng kepala melihat ulah ibu-ibu para wali murid yang cenderung ke arah anarki. Eh, udah pada tua-tua, udah jadi ibu-ibu kok bisa-bisanya sih kayak gitu. Omongannya kasar tidak diatur, belum lagi tindakannya. Kacau! Mungkin mereka lupa kalau mereka sudah menjadi ibu, yang harusnya jadi panutan, bisa mengatur sikap dan tutur kata, terlepas dari kenyataan bahwa lingkungan di sana memang kurang baik. Yang mencontek di benarkan, yang membongkar di salahkan. Alangkah lucunya negeri ini. Kita seperti terbolak-balikkan oleh etika dan moralitas yang kita ciptakan sendiri.
Nah nah, saya pikir sebenarnya yang kita butuhkan adalah para pendidik yang benar-benar terdidik. Tidak hanya dari segi akademisnya saja, tapi juga akhlaknya. Lalu tugas sebagai pendidik itu juga tidak serta merta dibebankan hanya pada orang-orang berlabel guru atau dosen. Sejatinya kita semua ini punya kewajiban yang sama untuk menjadi pendidik. Baik pendidik yang mendidik diri sendiri, lingkungan atau anak-anak kita kelak. Harapan saya sih, perlu banyak sekali pembenahan. Mulai dari mempersiapkan pendidik yang bertanggungjawab dan penuh dedikasi, mengubah mindset tentang nilai akademis serta budaya contek-mencontek itu sendiri, dan sangat perlu ada semangat dari kita semua untuk mulai menerapkan kejujuran dari hal yang paling sederhana saja. Yuk! :)
Untuk ibu Siami, jangan menyesal dengan apa yang ibu lakukan. Memang kadang-kadang jalan menuju kebenaran itu lebih susah dibandingkan saat kita berbuat keburukan. Saya yakin, semua hal ini ada hikmahnya. Setidaknya ibu punya catatan sejarah yang menarik dan tidak biasa-biasa saja :D Kan hidup ini memang warna-warni. Benar tidak?

No comments:

Post a Comment