Thursday, March 31, 2011

Delay = Chance Fly !

Menunda sama dengan membiarkan kesempatan kita terbang melayang.
Ah ya, satu penyakit buruk ini nampaknya sudah akut menyerang saya.
Bangga? Nggaklah. Yang ada saya merasa sumpek luarbiasa. Akibat menunda,
jadi banyak sekali hal-hal yang terlewatkan. Jadi banyak kesempatan yang seharusnya bisa saya raih tapi jadi hilang. ): Tulisan ini juga pada akhirnya dibuat karena saya sudah melakukan penundaan besar-besaran yang kemudian merugikan diri-sendiri. Dua bulan saya mengendapkan ide di kepala dan draft coret-coret. Hasilnya? Tidak ada. Nol besar. Semua hanya konsep dan angan-angan.
Saya menunda, mulai dari hal kecil sampai hal besar. Menunda mandi, menunda sholat, menunda ngerjain tugas, menunda belajar, menunda menulis, bahkan ada tumpukan ide tulisan yang urung ditulis dari jauh hari.
Jadi apa sih sebenarnya penyebab saya menunda? Ada dua hal yang jadi pembelaan diri. Pertama, karena memang saya keburu ditaklukkan malas sampai akhirnya berpikir nanti-nanti saja juga bisa. Kedua, karena sifat sok-sokan perfeksionis dan idealis. Iya, saya orangnya pengen semua serba bagus. Serba wah. Serba sempurna. Makanya saya jadi orang yang kebanyakan mikir, banyak pertimbangan, khususnya dalam hal pekerjaan. Fuuuhh... Bagus nggak bagus sih. Sebenernya kalau dipikir lagi, misalnya saya berpikir sambil jalan mungkin hasilnya akan lebih baik. Dibandingkan ketika saya terpaksa kerja geradakan karena waktunya sudah mepet. Tidak jarang malah sudah sangat terlambat. ):
Readers, yuk kita belajar menghilangkan kebiasaaan menunda. Saya mohon bantuannya supaya sifat jelek ini bisa berkurang, syukur-syukur bisa hilang. Well, saya ngantuk mau tidur dulu nih. Satu hal yang tidak kalah penting, jangan pernah menunda berbuat baik. (:

love <3
- dee - 

1 comment:

  1. Kata Oom Mario Teguh, kita ini manusia adalah master of alasan, kita memiliki banyak alasan untuk menunda apapun, sepertinya kita hanya ingin prefeksionis, tapi sebenarnya kebiasaan kita yang membuat seperti itu :( too bad isn't ?

    ReplyDelete