Tuesday, November 30, 2010

Titanium : Melepas Bayangan Masa Lalu

Judul Buku   : Titanium
Pengarang    : Sitta Karina
Penerbit       : Terrant Books
Tahun Terbit : 2009




Kehilangan orang yang kita sayangi akan membuat hidup serasa hampa, bahkan dunia ikut berputar. Seperti itulah yang dirasakan oleh seorang Austin Taura Hanafiah. Austin yang kehilangan kembarannya yaitu Audrey, sepanjang hidupnya menjelma jadi seorang introvert sekaligus manusia es. Sampai dia bertemu dengan sosok Romijn-Indira Singgih.
Pertemuan Austin dengan pemilik predikat Permaisuri Budaya tersebut kemudian mengubah jalan hidup Austin. Tanpa disadari perasaan yang timbul di antara keduanya membuat mereka berada dalam bahaya besar. Mulai dari ditentang habis-habisan oleh orang-orang terdekat, hingga terlibat baku hantam dan kasus penculikan.
Romy sempat merasa bimbang, apakah keputusannya untuk berada di sisi seorang Hanafiah merupakan keputusan tepat. Apalagi segalanya tidak pernah bisa biasa-biasa saja bila berhubungan dengan klan tersebut.
Sementara Austin terus-menerus dibayangi kematian Audrey, secara tak langsung menyalahkan dirinya sendiri atas peristiwa kecelakaan tersebut. Baginya, lebih baik ia yang mati ketimbang Audrey. Terseret dalam bayangan memilukan masa lalu, membuat sosok manusia es ini sebenarnya sangat rapuh dan keropos di dalamnya. Mampukah Austin bangkit? Apakah cinta saja cukup untuk menyelamatkan hubungan Austin dan Romy?
Sitta Karina, salah satu penulis favorit saya, punya ciri khas dalam setiap bukunya. Karakter para tokohnya begitu kuat, sampai-sampai saya merasa bahwa tokoh tersebut benar-benar ada dan bukan sekedar imajiner. Karya Titanium ini mampu membius pembacanya untuk tidak meletakkan buku sampai halaman terakhir selesai. Ceritanya sangat orisinal.
Namun yang disayangkan adalah begitu banyak tokoh bermunculan, hingga membuat pembaca sedikit bingung dengan peran antara tokoh satu dengan yang lain.Dengan gaya penulisan yang renyah dan santai, ditambah lagi luasnya referensi yang dimiliki oleh penulis, saya pribadi menyimpulkan Titanium highly recommended untuk dibaca dan dikoleksi. (dee)

1 comment: