Sunday, February 21, 2010

Reputation x)

Place : My Bedroom
Mood : (Still) Undef
ine
Song : Adrian Martadinata - Kuingin Kau Tahu


Say hi to the whole life. Uhm , after spent freak satnite with my ladies, nor, hil, put, and puz. That's so much fun. :D Just planning for our next meeting.

Sebenernya cuma pengen blogwalking baca-baca punya orang, kena koneksi SMART yang ternyata STUPID, kok saya jadi ogah-ogahan. Curhat aja ah kalau gitu. He he.

Di jaman yang katanya teknologi canggih, pemikiran kritis, dan intelektual sangat disayangkan masih ada orang-orang tak berperikemanusiaan dan berperikeadilan. Yeiiyy, kayak belajar pancasila aja. Tapi beneran lho, saya habis dikatain gini sama salah seorang sahabat saya.
"Eh, kamu habis ngapain aja sih? Imej kamu jelek banget tuh dimata temen-temenku. Katanya kamu bla bla bla," Tengtong! Saya ketawa sengakak-ngakaknya. Hebat, luarbiasa sekali, kok berasa selebritis gini sih digosipin. Lucunya mereka yang nggosipin saya itu sama sekali nggak kenal bahkan lihat muka saya sekalipun. Wah, mending jangan lihat deh, ntar makin sebel beneran lho lihat muka saya. Serius! Asli nih! :D
Bukan hal baru, beberapa bulan ini memang seperti ditempa menghadapi aneka macam peristiwa
unpredictable. Jengkel sih pasti ada, lama-kelamaan jadi ngerasa terlalu konyol untuk dihiraukan. Nanti kalau saya mikirin terus bisa-bisa orang yang ngatain saya itu saya kutuk jadi cantik. Hmm...
Ada dua kemungkinan ketika kita dibenci orang. Pertama, karena kita dan si orang bersangkutan pernah punya masalah. Kenal, lalu berselisih paham atau sirik-sirikan.
Kedua, karena mereka nggak tahu siapa kita dan terlalu cepat menilai hanya dari yang sanggup dijangkau oleh pandangan mereka.
Kalau masalah muka jutek memang
setting default dari yang punya saya. :D Mau diapain lagi juga udah mentok gini. Kalau attitude dan isi kepala baru deh bisa diutak-atik.
Pikir saya, cap baik dan buruk itu pasti timbul karena ada variabel-variabel pendukungnya. Nggak masalah kan, selama saya lempeng dan nggak neko-neko. Mulut boleh bicara apa saja, cukup hati yang merasa. Maaf lho kalau saya sudah melukai pihak-pihak tertentu, yang mungkin nggak saya sadari secara langsung. Hohoho. :D
"Kamu nggak takut image-mu jelek ta?" tanya teman saya lagi. Lho bukannya emang udah jelek ya. Gampanglah, image jelek tinggal seret aja ke photoshop, di resize, di edit, di crop, atau kalau udah puyeng tinggal delete. Selesai! He he. :D
Hidup kan proses belajar jadi benar. How to life for learn, and how to learn for life. (;
Reputasi dan kredibilitas memang akan menentukan bagaimana orang memperlakukan kita. tapi tidak diciptakan dengan saling menjatuhkan atau menjelekkan.
Saya juga nggak merasa perlu dengan pembersihan nama baik. Bukan kolam ikan yang tercemar kok. Ngapain sih bersusah-susah bilang orang, ih dia jahat pek, aku lho dijahatin terus.
Malahan nih, kalau boleh masang
name tag, dengan bangga saya akan memperkenalkan diri sebagai si antagonis kronis yang sesekali melankolis abis. Hoho. :D

Feel free to love or hate me. Because we called it democracy!
Adios! (:

1 comment:

  1. sabar ya say :D
    yup, tak peduli apa persepsi orang... yang tahu diri kita hanyalah diri kita sendiri dan Allah SWT.
    doesn't matter... they don't even know you, rite? ;D

    ReplyDelete