Thursday, February 25, 2010

Nikmatnya Pacaran Setelah Menikah (:

Place : Home Sweet Home
Mood : Berantakan

Song : Maliq - Luluh

Huhu..saya paling benci kalau
udah kalah sama penyakit. Kayak gini ini. Terjaga tengah malam, badan panas, rasanya linu-linu, tenggorokan sakit, batuk, hidung meler, dan itu semua bikin mood saya jadi jelek terus. Habisnya saya jadi lemes sih, nggak bisa ngapa-ngapain selain nglimprek di kasur sambil mantengin laptop. Barusan mencari benda-benda panas buat melegakan tenggorokan saya. Dan sekarang saya menikmati benda panas ini.

Tadi membuka profile facebook salah satu kawan masa-masa bego (baca : masa SMA). Saya terperangah. Bukan apa-apa, tapi dia baru saja menikah satu minggu yang lalu. Big WOW! Teman saya ini cowok, dia seumuran saya. Sedangkan istrinya adalah teman satu angkatannya di FKG Unair.
Saya jadi ingat percakapan terakhir saya dengan dia by SMS yang terjadi satu tahun yang lalu.

Det, aku lagi tertarik sama temenku. Apa yang harus aku lakukan ya?

Mungkin buat kalian ini pertanyaan aneh. Kalau suka ya tinggal PDKT aja. Tembak. Jadian. Beres!

Nope, teman saya ini laki-laki luarbiasa. Saya jawab saja.

Terserah kamu. Cari tahu dulu aja tentang dia.

Yap, itu pertanyaan ratusan hari yang lalu. Kira-kira kayak gitu deh isinya. Agak lupa. He he. Alhamdulillah sekarang dia sudah menemukan jawabannya. (:
Pernikahan bukan hal mudah, tapi keputusan dengan niatan baik ini membukakan jalan yang baik juga buat mereka berdua.
Well, flashback ke masa yang lebih dulu. Pas jaman-jam
an saya suka bergaya kuncir ekor kuda, saya pernah dibikin nggak bisa tidur gara-gara debat sama teman saya satu ini. Dia adalah anak SMA yang menurut saya daya jangkau pemikirannya kelewat tinggi. Bayangkan aja dong, dengan tegas dia bilang nggak bakal pacaran sebelum nikah. Intinya istilah pacaran sudah tercoret dalam kamusnya.
Bahkan dengan senang hati dia meminjamkan saya buku Nikmatnya Pacaran Setelah Menikah karya Sallim A. Fillah.

Isinya bagus lho, udah agak-agak lupa soalnya bacanya udah lama. Yang jelas saat itu saya jadi pengen nikah muda. Haha. Dasar ABG labil. Gara-gara dia saya jadi kepikiran gini sih, "nggak masalah nggak pacaran. yang penting nanti nikah." hoho. Mulia sekali kan? *busungkan dada* :P Buktinya saya nggak pernah pacaran tuh sampai umur delapan belas tahun. Sebenarnya sih bukan gara-gara banyak yang ngantri, lebih tepatnya sepi pendaftar. He he.
Subhanallah, teman saya ini memang hidup di keluarga dengan latar belakang religi yang cukup kuat. Saya aja sama temen-temen suka jiper kalau dulu maen ke rumahnya. Ortunya adalah sosok yang bersahaja. Sementara anak-anak mereka jadi cerminan remaja santun. Saya sama temen-temen cewek saya dulu ngasih julukan dia calon Suami Dunia Akhirat alias SDA. :P
Saya nggak tahu sih, dia pakai pacaran dulu apa nggak. Atau memang langsung nikah seperti prinsip yang dia pegang. Tapi saya tahu, mereka berdua sama-sama beruntung karena dipertemukan satu sama lain.
Huhu. Siapa perempuan yang tidak ingin mendapatkan sosok imam baginya. Yang bisa saling menuntun dan mengingatkan. :D
Suatu hari nanti, kita semua akan dipertemukan dengan jodoh masing-masing. ;) Bukan dengan cara dipaksakan tentu saja.
Syukur syukur kalau itu kamu. Tapi kalau bukan, yah harus diterima meskipun sakitnya nggak karu-karuan. Hehe. Curhat deh.
Ini puisi teman saya itu yang saya copas dari friendsternya,


I would be your moon,if you wanted to be my sun If you loved me,I would love U If U hated me,I would love U and even If U didn't know me,I would still love U DEDICATED For : "Seorang Ukhti" yang menjadi ustadzah di rumah bagi anak2ku Setelah menikah nanti :)

Yippie yaiyy...sudah ketemu kan ukhtinya?
Untuk teman saya si Mujahid Muda, Verde Wigid Putra dan istrinya Rabiatul Adawiah Subahi semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah.
Barakallahu fiikum. :D
Biarkan saya nanti menyusul kalian setelah siap lahir batin. Menikah itu ibadah. Ahh, indahnya. *Lagi waras makanya bisa ngomong gini*



Tentang kamu,
Sederhana saja.Kita hanya perlu bicara. (;
Choose what do you think the best.
Always proud to be yours hey sunshine. Sure!



Kutipan yang saya suka dari buku tersebut,

Alangkah seringnya
Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan
Membuat detik-detik di depan terasa hambar
Belajar dari ahli puasa
Ada dua kebahagiaan baginya
Saat berbuka
Dan saat Allah menyapanya lembut memberikan pahala
Inilah puasa panjang syahwatku
Kekuatan ada pada menahan
Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu yang penuh kejutan
Coba saja
Kalau Allah yang menghalalkan
Setetes cicipan surga
Kan menjadi sadaqah berpahala


4 comments:

  1. ewwhh buku ini, haha
    saya punya kenangan, yang entah bisa dibilang manis atau pahit
    saya diberi buku ini sama seorang laki laki 'luar biasa' dan ahirnya saya kembalikan..
    ya, dia juga tipikal laki2 SDA,
    tapi sulit untuk memutuskan menunggu, sementara porsi komunikasi yang saya dapat makin berkurang, sampai akhirnya dia jauh lebih seperti menghindar... ketika (sepertinya) ada yang jauh lebih baik lagi untuknya..
    ahaha apa sih ribet

    tukeran link yuk mba..

    ReplyDelete
  2. iya sih dek. kalo dipikir pikir, brp persen jaman sekarang yg bisa langsung nikah nggak pake pacaran. +__+
    wong yg pacaran aja masih belum tentu cocoknya.
    terus kalo nggak ada ikatan jadian juga jadi bikin dateng dan pergi sesuka hati.

    okeee...tak taruh linkmu di tempatku yaaaa.. :D

    ReplyDelete
  3. anyway caranya lihat komentar itu harus nulis komen lagi kah? ko aku klik gabisa bisa yaa

    ReplyDelete
  4. huhu bener banget, dateng dan pergi sesuka hati.. ih jadi inget si pria itu..
    haha untunglah, masa masa itu sudah berlalu..
    haha

    ReplyDelete