Wednesday, February 24, 2010

My Name is Khan : A Man Who Keep His Word

Place : Home Sweet Home
Mood : Melancholic

Song : Slank - Orkes Sakit Hati


Heiy my cup of vanilla late, thanks for accompany me tonite. (:

*mabok kafein*
After watch My Name is Khan with my besties Monchie, Rurid & Fahmi. No plan before, they suddenly ask me to go to Sutos.



Dari awal banyak yang bilang film ini bagus, makanya penasaran kan kayak apa jadinya. Dengan tokoh utama bintang-bintang Bollywood, sementara lokasi pengambilannya berada di seputar wilayah Amerika Serikat.
Cerita dimulai dengan Rizvan Khan (Sharukh Khan) yang ditangkap oleh petugas keamanan bandara gara-gara dicurigai sebagai teroris.Dia diperiksa sampai akhirnya dilepaskan karena terbukti nggak bersalah.

Kemudian tiba-tiba kita akan dibawa mundur ke masa lalu. Masa kecil seorang Rizvan Khan, saat dia masih tinggal di India. Yap, Khan kecil diketahui mengidap sindrom Asperger. Dia susah mengungkapkan perasaan secara verbal, benci keramaian, juga memahami hal-hal dengan cara yang berbeda dibandingkan orang kebanyakan.
Kondisi yang berkebalikan dengan adiknya. Adik Khan sendiri adalah seorang anak cerdas. Tapi dia merasa dinomorduakan karena si ibu lebih banyak mencurahkan perhatian pada kakaknya. Sampai si adik memutuskan mengejar cita-citanya ke Amerika.
Sepeninggal ibunya, Khan ikut menyusul pindah ke Amerika. B
anyak hal baru ditemui Khan. Salah satunya pertemuan tak sengajanya dengan Mandira (Kajol), yang bekerja sebagai seorang hairstylist. Rupanya Mandira adalah seorang janda beranak satu, dan Khan masih tetap gigih mencintainya.
Dengan segala usahanya, Khan berhasil menakhlukkan hati Mandira. Mereka berdua menikah. Pernikahan itu mendapat tentangan keras dari sang adik. Karena Khan seorang muslim, sementara Mandira memiliki kepercayaan Hindu.



Pernikahan yang bahagia, berujung malapetaka. Saat peristiwa pemboman WTC pada 11 September yang mengatasnamakan jihad membuat umat muslim di Amerika dikucilkan. Perempuan-perempuan berhijab menjadi korban pelecehan. Keluarga-keluarga muslim dikucilkan, termasuk keluarga Khan. Usaha salon mereka bangkrut. Parahnya lagi, anak Mandira yaitu Sameer menjadi korban kekerasan dan meninggal dunia. ):
Mandira marah pada Khan, melimpahkan semua kesalahan karena menikah dengan seorang Muslim. Ia menyuruh Khan mencari presiden Amerika Serikat dan mengatakan bahwa mereka bukan keluarga teroris. Dari situlah dimulai misi bertemu sang Presiden.

Pas awal-awal film temen-temen saya udah pada mewek duluan. Saya cuma senyum-senyum aja. Ah, lebai banget sih, gini aja kok nangis. Seberapa jauh sih mereka mengocok emosi penontonnya. Well, saya kualat deh. Pas tengah-tengah film mulai ikut mingsek-mingsek. Makin lama makin kenceng. Hehhehe.Bener-bener banyak pelajaran yang bisa dipanen (biasanya petik) dari film berdurasi hampir tiga jam ini. Tumben lho film India satu ini nggak sarat adegan joget-joget syalala. Biasanya kan sedih nari, seneng nari, marah nari. Yang jelas saya juga seneng deh si Sharukh Khan main lagi sama Kajol. Berasa reunian Kuch Kuch Hota Hai yang udah so last year banget. Ih, kenapa ya mereka berdua serasi banget. Tapi Sharukh Khan emang ganteng =P Nggak rugi nonton film ini. Huooo....



Kenapa My Name is Khan layak tonton ?
1. Heiii, si Khan yang menderita Asperger ini bener-bener tulus sayang sama Mandira. Buktinya dia bela-belain nyari tempat keren buat ditunjukkin ke Mandira. Asli kayak negeri di atas awan gitu. Kalau cewek-cewek sih pasti udah meliuk-liuk histeris deh ngelihat betapa sweetnya Khan.
2. He's a typical of guy which is keep his promise. Pas Mandira bilang, "pergi aja sana ke presiden. kasih tahu kalau namamu Khan. terus bilang juga kamu dan anakmu Sameer bukan teroris." Ditepati beneran sama Khan. Dia nggak mau ketemu Mandira sebelum ketemu presiden. Wow! I like ur style. :D
3. Kasih sayang ibunya Khan patut ditiru. Seorang ibu yang nggak menghakimi anaknya, tapi justru memberikan kasih sayangnya. Ngajarin Khan macem-macem hal dengan sabar, sampai Khan digolongkan ke dalam penderita kelainan yang jenius. Kerennya lagi, semua ajaran ibunya itu selalu diingat sampai dewasa. Kasih sayang ibu memang sepanjang masa. (:
4. Buat umat muslim nih, bisa jadi contoh yang baik. Di Amerika sana muslim beribadah dengan dicekam ketakutan. Sholat sembunyi-sembunyi. Cewek nggak berani pakai hijab. Dikit-dikit dikatain teroris. Disini kita free! Sayang banget kan kalau kita malah menyia-nyiakan nikmat yang satu itu. (:
5. Semua manusia di dunia ini adalah sama. Yang membedakan hanya apa yang mereka perbuat. Kebaikan atau keburukan. Huwoooo...cool mom deh ibunya Khan yang ngasih pesan ini ke anaknya. Kalimat tersebut jadi salah satu quote favorit saya. :D
6. Kebaikan hati tidak bisa dibeli atau dihadiahkan. Seperti Khan yang dengan segala keterbatasannya mau nolongin orang lain. Dia mau lho menyelamatkan penduduk Wilhelmina Chicago dari banjir besar. Padahal penduduk sana semuanya warga non-muslim. Heiho Khan, can you teach me how to make a kindness for every people, eh?

Sebenarnya sih yang bikin saya bertanya-tanya, bisa ya pengidap sindrom asperger yang merupakan salah satu tanda autisme ini menikah? Hmm...Buktinya dia bisa.
Orang yang kita anggap nggak normal. namun justru dialah kebaikan hati yang melebihi orang normal.
Ya ampun, saya nangis ampe meler-meler. Untung aja gitu kan nontonnya sama temen-temen. Nggak pakai acara jaim deh. He he. Tonton aja deh filmnya. Nggak nyesel kok. Siap-siap tissue juga. Warning buat makhluk Mars, dari pengamatan saya saat yang cewek mingsek-mingsek mereka malah bengong atau malah ketiduran. Hoho. Padahal harusnya bisa tuh belajar tentang ketulusan, kejujuran, kesetiaan, pengorbanan, dan pendewasaan dari seorang Rizvan Khan. Yeah, his name is Khan and he is not a terorist. :D *joget joget india*

No comments:

Post a Comment