Tuesday, January 19, 2010

A Local Movie : Hari untuk Amanda





Bicara tentang cinta emang toh nggak bakal pernah habis. Masih berada di urutan topik laris abad ini. Well, itulah kenapa film Indonesia nggak pernah jauh-jauh dari tema cinta, horor, atau erotisme yang nggak mutu. Saat saya menonton film ini di Tunjungan Plaza 21 kemarin (18/1), saya nggak terlalu yakin film ini bakalan bagus. Kenapa? Iyalah, temanya cinta-cinta gitu.
Yeah, meskipun digembor-gemborin di internet kalau film ini beda. Bermutu. Bla bla...
Saya jadi penasaran pengen buktiin sendiri.
Dan menurut saya, film ini mirip Janji Joni yang mengambil setting waktu satu hari penuh. Yup, si tokoh utamanya yaitu Amanda memang diceritakan mengalami banyak kejadian dalam satu hari.
Apa yang menarik? Kalau saya sih lebih kepada tema ceritanya. Yang sederhana, nggak muluk-muluk, dan bisa dialami siapa saja.
Memang diceritakan kalau Amanda dan tunangannya, Dody sedang merencanakan pernikahan mereka yang akan berlangsung sepuluh hari lagi.
Saya lumayan sering menjumpai cerita semacam ini, dimana rencana pernikahan nggak berjalan mulus gara-gara ulah salah satu pihak. Kalau di film ini, semua jadi terasa salahnya Dody yang kelewat sibuk kerja. Sampai-sampai dia nggak sempet ngurusin yang namanya undangan, catering, bahkan baju resepsi.
Konfliknya memuncak pas si Amanda ketemuan lagi sama mantan pacarnya yang sempet jadian delapan tahun, si Hari.
Satu hari itu dilewati Amanda dan Hari dengan banyak kejadian, mulai dari momen nostalgia sampai saat-saat Amanda harus memilih.
Dody dan Hari. Ah, selalu kayak gini, digambarkan sebagai dua orang bertolak belakang.
Dody orangnya pekerja keras, cenderung teratur, jarang punya waktu buat Amanda.
Hari orangnya slengekan, rebel, hidup santai tapi selalu ada buat Amanda.
Tuhkan, kalau disuruh milih si pekerja keras yang banyak duit tapi nggak punya waktu, atau si biasa-biasa aja yang selalu siap sedia, pasti deh bingung. :D
Sumpah kalau jadi Amanda saya bakalan nyunyut jaya dengan semua perlakuannya si Hari. Tapi balik lagi, si Dody juga punya sisi baik yang nggak dipunyai sama Hari.
Akhir ceritanya gimana?
Ditonton saja. Mungkin banyak yang udah bisa nebak Amanda bakal milih siapa.
Susah ya, memilih antara past dan present buat jadi future.
Bukan masalah salah atau bener sih, mungkin lebih kepada masalah tanggung jawab.
Soalnya menikah itu bukan hanya menyatukan dua kepala, tapi dua keluarga. Ho ho. Ribet gitulah. Yah, overall, this is one of good movie lah. (:

No comments:

Post a Comment