Wednesday, December 2, 2009

Nafas Benci Itu Masih Terjaga


P E R C A Y A.
Mengejanya bagai balita belajar membaca. Tidak mudah namun bukan berarti lantas tidak akan pernah bisa. Bukankah begitu, ada tahapan yang harus dilewati. Ada fase dimana hati minta diberi bukti. Lebih dari 365 hari, rasa ini mengalami masa hibernasi. Dan mungkin memang menunggu waktu yang tepat, untuk dilahirkan kembali. Mencoba mengerti sedikit demi sedikit apa yang sebenarnya sedang dijalani. Entahlah, seberapa besar keterikatan itu tertinggal. Seberapa banyak ketergantungan itu pernah ada. Mungkin seperti seorang drug user yang tak mampu menghentikan pemakaian obatnya, karena takut sakaw. Rasanya memang butuh rehabilitasi. Ah, melantur lagi. Otak dan hati terus bergulat, satunya melawan satunya malah menjadi tameng kuat. Perspektif menjadi ironi paling keji. Membuat kita punya stempel yang bisa dicapkan dengan mudah. Hai baik! Hai jahat! Selesai? Tidak akan pernah. Meskipun tak tertulis, aturan itu ada. Tentang batasan. Saya tahu kamu pasti tahu. Tapi saya tidak yakin dia mau paham. Rasanya seperti ada lubang besar tertinggal waktu mengingatnya. Setiap hari bangun dengan harap-harap cemas. Tuhan, jangan samakan nilai saya dengan yang lain ya..Kalau boleh saya minta nilai lebih. Bisa kan? Biarpun susah tapi saya mau kok belajar lebih keras. Tak jarang bertanya-tanya sendiri. Apa iya saya ini banyak maunya? Sepertinya sih. Tapi saya mau memperjuangkan yang ini. Mau. Dan semoga yang saya perjuangkan juga melakukan hal yang sama. Pergi setan kecil! Setan yang membayang-bayangi ego saya. Menarik-narik dengan liar sampai saya susah bernafas. Saya pengen tenang, pengen ketawa senang. Percaya, satu-satunya yang saya punya untuk tetap bertahan. Serta mengendalikan semua akal sehat saya. Logika! Saya butuh itu sekarang. Menetaplah dalam diri saya. Dan tidak membiarkan semua ketidakwarasan ini makin liar. Biar waktu yang bicara untuk kita. (: ♥U

2 comments:

  1. tulisan panjang yang ga mudah dipahami dengan sekali baca oleh saya..
    kira-kira mksdny gini ya: ga gampang buat percaya ama orang

    ReplyDelete