Monday, October 19, 2009

Satu Episode Pendek

sore yang sama, sayangnya setelah itu semua tak lagi sama.

"mana pacarmu?"
"pacar apaan?"
"masih suka sama si mantan ya?"
"mantan apaan?"
"alah ngaku aja. itu lho mantan yang tak terlupakan."

saya hanya tertawa dipaksakan.

"hm...sok tahu."
"nggak. aku memang tahu."
"sok tahu!"
"kalau masih suka harusnya kamu berusaha."
"aku ini perempuan."
"memangnya salah kalau kamu perempuan?"
"nggak sih."
"kalau jadi kamu, pasti aku bakal berusaha buat orang yang aku sukai."
"masuk akal. emangnya kamu sendiri sudah usaha?"
"yang jelas aku nggak mau menyesal lagi sekarang. sebelum aku kehilangan dia."
"baguslah. itu baru namanya cowok sejati."
"gimana dengan kamu?"
"nggak bisa. aku nggak bisa usaha."
"belum juga dicoba."
"sudah diam!"
"kenapa?"
"soalnya aku suka kamu."
kamu menatap seakan saya baru mengucapkan hal paling menjijikkan sedunia. cukup tiga detik, lalu kita memutuskan melangkah pergi. tak mau kembali.




hanya cerita fiksi. =)

No comments:

Post a Comment